-->

Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman

Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman - Seperti juga manusia, tanaman memerlukan makanan sebagai sumber energi, dan bagi tanaman salah satu sumber energi tersebut adalah pupuk.


Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman
Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman


Secara ilmiah pupuk diterjemahkan sebagai bahan yang diberikan kepada tanaman dengan tujuan agar zat makanan pada tanaman tersebut bertambah.

Pupuk dibagi menjadi dua jenis. yaitu pupuk buatan dan pupuk alam (organik). Pupuk buatan adalah pupuk mineral yang dibuat oleh pabrik sepertih contoh pupuk Urea, Za dan KCI. sedangkan pupuk organik, contohnya adalah pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hijau.

Berdasarkan bentuk, pupuk pada umumnya berupa pupuk padat (butiran, tepung,tablet) dan pupuk cair. Sedangkan berdasarkan unsur yang dikandungnnya. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur makro nitrogen (N), Posfor (P) dan kalium (K). ketiga unsur tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman disamping unsur makro sekunder seperti Ca, Mg, S dan unsur mikro antara lain : Fe, Zn, Bo.

Jenis Pupuk


Pupuk nitrogen dapat berupa organik dan pupuk anorganik.

Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman
Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman

A. Pupuk Nitrogen Anorganik :


Pupuk yang mengadung nitrogen dalam bentuk nitrat (No 3-) atau ammonium (NH 4 +). contoh pupuk nitrogen yang mengandung ntirat, yaitu pupuk urea yang bewarna putih dan berbentuk butiran kristal. Contoh yang mengandung amonium, yaitu ammonium sulfat (Za).


B. Pupuk Nitrogen Organik :


Pupuk nitrogen yang berasal dari hasil sampingan industri seperti tepung tulang, tepung ikan, ampas ka kedelai, ampas kacang (bungkil). tetapi di Indo- ta nesia bahan ini pada umumnya digunakan sebagai pakan ternak.

Kegunaan dari pupuk nitrogen adalah untuk memacu pertumbuhan vegetatif (kesuburan) tanaman seperti daun, batang, ranting dan tunas dan menyebabkan tanaman terlihat lebih hijau dan segar serta dapat meningkat hasil panen.

Pada bunga berdaun indah. pupuk nitrogen sangat diperlukan.karena hal ini berpengaruh terhadap penampakan daun. Untuk tanaman yang menghasilkan buah, kelebihan unsur N menyebabkan pertumbuhan vegetatif tanaman terlalu pesat, sehingga meng- hambat pembentukan buah dan mudah diserang hama penyakit.


Ciri-ciri tanaman yang kekurangan nitrogen adalah untuk tanaman monokotil berakar (serabut) daun bagian tengah berwarna kekuningan-kuningan dan bagian pinggir tetap hijau, untuk tanaman dikotil (berakar tunggang) seluruh permukaan daun bewarna kekuning-kuningan.


C. Pupuk fosfat


Pupuk fosfat (P) sangat penting dalam proses metabolisme tanaman, untuk itu keberadaan unsur ini mutlak diperlukan. Unsur P banyak terdapat dalam buah/biji dan bagian tanaman yang masih muda. P dapat mengatur pembungaan, pembuahan dan berpengaruh terhadap mutu buah.


Gejala yang dapat dilihat karena kekurangan unsur P adalah pada tanaman monokotil daun berwarna kemerah-merahan atau keungu-unguan, sedangkan pada tanaman dikotil urat-urat daun utama pada daun yang sudah tua berwarna kemerah-merahan atau keunguan. 


Pada tanaman buah-buahan ditunjukkan dengan rontoknya bunga, buah yang berukuran kecil, lambat mencapai umur masak serta terhambatnya pertunasan.


Pupuk fosfat terdiri dari :


  • Pupuk fosfat yang larut dalam air, pupuk ini lebih lazim digunakan karena dapat diberikan kepada semua jenis tanah dan tanaman Contoh: TSP 

  • Pupuk fosfat tidak larut dalam air, pupuk ini banyak digunakan pada tanah Masam.


D. Pupuk Kalium


Pupuk kalium sangat berperan dalam pembentukan asam amino dalam tanaman. oleh karena itu tidak tersedianya unsur kalium dalam tanaman akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman. 


Tanda-tanda tanaman yang kekurangan kalium adalah daun layu dan menguning bagian pinggir sedangkan bagian tengah tetap hijau.


Selanjutnya urat daun menguning dan lama- kelamaan berubah menjadi coklat. Gejala biasanya dimulai dari daun yang sudah tua. Terdapat berbagai jenis pupuk kalium, tetapi yang sering digunakan adalah jenis pupuk kalium klorida (KCL).


E. Pupuk majemuk

Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur. Pupuk majemuk biasanya ditulis dalam tiga angka, umpamanya 20-10-10 yang berarti perbandingan antara unsur nitrogen, fosfor dan kalium adalah 20-10-10 yang berarti dalam 100g pupuk tersebut mengandung 20 g N, 10g P dan 10g K.


Apabila salah satu tidak terkandung maka ditulis dengan angka 0, misalnya 13-0-44. Pupuk daun padat maupun cair b1asanya dalam bentuk pupuk majemuk.


Pupuk majemuk dapat digolongkan: pupuk campuran kimiawi, pupuk campuran larutan dan pupuk organik yang dihancurkan dan dicampurkan.


Pemberian Pupuk

Dalam memupuk perlu diperhatikan waktu dan cara pemberian serta dosis pupuk.


Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman
Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman


1. Waktu Pemberian Pupuk


Pemupukan lewat tanah diberikan pada waktu tanah sedang dalam keadaan basah, tetapi bukan dalam keadaan jumlah air berlebihan, misalnya pada waktu hujan turun. Dalam kondisi tanah yang kering pemupukan tidak efektif karena pupuk tidak dapat diserap tanaman. Selain itu tanaman menjadi layu atau terbakar karena plasmolisis. Pada bunga


anggrek misalnya, pupuk paling efektif bila disemprotkan pada waktu pagi hari tanpa hujan dan setelah tanaman disiram. Pada tanaman tahunan Sebaiknya pupuk diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pupuk P dan K yang sukar larut dapat diberikan beberapa hari sebelum penanaman dengan menaruhnya di lubang tanaman atau dibedekan tempat tanam.


2. Cara Pemberian Pupuk

Pupuk dapat diberikan melalui tanah dan daun

a. Pemberian melalui tanah

Buatlah lubang di samping tanaman dengan jarak diperkirakan di ujung tajuk daun jangan terlalu dekat dengan tanaman karena dapat menyebabkan tanaman layu atau terbakar. Masukkan pupuk ke dalam lubang dan tutup lubang tersebut. Sebaiknya tanah dibasahi dahulu sebelum dilakukan pemupukan. Selain pembuatan lubang, dapat dibuat garetan atau parit di sekitar tanaman untuk menempatkan pupuk, setelah pupuk dimasukkan garetan/parit juga ditutup. Cara ini terutama untuk tanaman tahunan yang berbatang besar dan daerah perakarannya luas sepert tanaman buah-buahan tahunan.


b. Pemberian melalui daun

Pada beberapa jenis tanaman pupuk akan lebih efektif bila diberikan lewat daun. Sebagai contoh adalah tanaman anggrek epipith (bukan jenis anggrek tanah). Pada pemupukan lewat daun, pupuk biasanya dilarutkan di dalam air sampai benar benar larut untuk kemudian disemprotkan atau disiramkan sampai merata. Ingat larutan pupuk tidak boleh pekat karena larutan pupuk yang terlalu pekat dapat menyebabkan tanaman menjadi layu atau terbakar.


3. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan


Jenis pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan jenis tanaman, umur tanaman dan tujuan tanaman tersebut ditanam. Untuk tanaman yang masih muda atau tanaman yang dipentingkan hijauannya seperti bunga berdaun indah, maka dosis


pupuk nitrogen harus lebih tinggi dari unsur lainnya. Apabila menggunakan pupuk majemuk dimana NPK sudah menjadi satu, pilih unsur nitrogennya yang lebih tinggi, misalnya kandungan N:P:K= 30: 10:10. Pada tanaman yang sudah siap berbunga atau siap berbuah perlu diberikan pupuk P yang cukup, karena pembuahan dan mutu buah ditentukan oleh pupuk P.


Dosis atau jumlah pupuk yang diberikan kepada tanaman:"Sesuaikan dengan yang tertera di dalam label pupuk". 

Beberapa contoh dosis pemupukan pada beberapa Jenis Tanaman : 


Anggrek Dendrobium:

Pada anggrek berumur muda diberikan m: vitabloom 30-10-10 selama 6- 12 bulan, setalath anakan 3-4 buah diberikan vitabloom 5-50.17. Setelah tanaman berbunga, untuk kesinambunganpembungaan diberi pupuk seimbane Hyponex 20 20-20. 


Dosis pupuk biasanya 1 g 1 air artinya gram pupuk dilarutkan ke dalam 1 liter air dan diaduk hingga benar-benar larut. Merk dagang pupuk yang dipilih terserah kepada pengguna tetapi yang harus diperhatikan adalah kandungan unsur haranya.


Gerbera:

Pemupukan pada gerbera dianjurkan satu bulan sekali dengan jenis pupuk NPK cair atau pupuk daun. Untuk pembentukan daun digunakan pupuk NPK dengan dosis 2-4 g/ tanaman dan pupuk daun misalnya Gandasil, Vitabloom atau Bayfolan  dengan dosis sesuai di label kemasan, sedangkan untuk pembentukan primordial bunga digunakan pupuk Difolathene. Pupuk kandang yang telah matang diberikan sebagai media tanam dengan perbandingan 1:1:1 antara pupuk kandang, tanah dan pasir.


Tomat:

Pemupukan pada tanaman tomat tergantung pada varietas tomat. Pada hasil daun seperti selad, bayam, sawi atau tanaman hias berdaun indah, maka pupuk yang digunakan cukup urea atau Za saja, sedangkan untuk tanaman yang diharapkan buahnya, maka pupuk TSP dan KCL porsinya lebih banvak dari pupuk urea atau Za. Pupuk dilarutkan di dalam

air dengan takaran 1 sendok makan penuh urea atau Za dalam l ember besar air. Demikan juga untuk TSP.KCL atau NPK. Pemupukan dilakukan dengan menyiramkan ke dalam media tanam dengan frekuensi pemberian 1 minggu sekali.


Demikianlah artikel mengenai pupuk ini, semoga dengan uraian mengenai pupuk dan pemupukan, penulis berharap anda atau pembaca lainnya dapat lebih bergairah dalam merawat tanamannya.


Sumber foto : Pixabay, Unsplash, Freepik

Note : Gambar Illustrasi bukan milik Penulis website silahkan infokan jika ada gambar yang dirasa milik anda silahkan hubungi tim kami untuk mendapatkan link menuju original version atau permintaan penghapusan, melalui Kontak Penulis

0 Response to "Penjelasan lengkap tentang Pupuk dan Cara Pemupukan untuk Tanaman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel